Postingan

Launching toko online saya

Beberapa hari yang lalu, saya mengambil keputusan yang beresiko, saya memutuskan untuk mencoba berjualan online.  Sebenarnya saya tidak memiliki bakat dagang, berwirausaha. Ngomong-ngomong soal wirausaha. Saya jadi kepikiran waktu zaman SMA. Waktu itu    saya ada tugas kewirausahaan. Tugasnya adalah jualan produk, banyak-banyakan laku. Saya ikutan dan dengan cara curang hanya mampu menjual satu bungkus produk. Kenapa curang? Karena saya tidak bekerja. Saya menyuruh orangtua saya untuk memberikan produk tersebut kepada warung eceran depan rumah saya. Atas desakan orangtua saya juga rasa malu akan penolakan, saya kira warung eceran tersebut menerimanya juga dengan terpaksa. Liat, memang pada dasarnya saya malu atau gimana ya istilahnya, enggan mungkin. untuk berjualan. Yang lucu dari kisah SMA saya adalah karena nilai saya jelek, jadi saya diberikan tugas remedial berupa menghadiri acara seminar kewirausahaan yang sebenarnya adalah presentasi MLM. Ada dua pertanyaan ...

Terkait kedatangan pemain persib

Persib memberikan kejutan yang mencengangkan kala ulang tahunnya. Kedatangan seorang pemain kelas dunia bernama michael essien membuat saya kaget. Saya mencintai sepakbola dan saya dari bandung. Karena itulah saya mengidolakan persib bandung. Dengan kedatangan pemain kelas dunia tersebut. Menurut saya setidaknya menambah ketenaran persib bandung di kancah dunia. Pemberitaan dari dunia internasional membuat persib lebih dikenal. Ini salah satu keuntungan mendapatkan essien. Meski sebenarnya dari segi taktik ada kekhawatiran karakter dan kondisi pemain sendiri tidak sesuai. Tetapi, itu hanyalah tulisan yang berasal dari anggapan. Yang tentu saja pasti akan keliru. Ya setidaknya saya sudah tidak sabar bagaimana rasanya melihat pemain kelas dunia bermain di indonesia secara reguler terutama karena kondisi sepakbola indonesia yang secara kualitas infrastruktur masih kurang baik secara merata.

Sampai kita menjadi korban

Kendeng berduka. Bagi kalian yang tidak tahu. Saat ini ibu-ibu petani di pegunungan kendeng rembang sedang bersusah payah. Hidupnya terancam oleh korporasi semen. Perseteruan ini dimulai ketika perusahaan semen ingin membangun pabrik di pegunungan kendeng yang dipenuhi dengan sumber mata air bagi para petani. Mereka adalah ibu-ibu pejuang yang menjaga rumahnya dari rakusnya korporasi. Kemarin salah satu dari mereka. Ibu ibu tersebut berdemo dengan menyemen kakinya. Meninggal. Karena serangan jantung. Namanya ibu padmi. Perhatian saya terhadap hal ini mungkin bisa dibilang hanya ikut-ikutan. Saya tidak tahu persoalan hanya merasakan betapa peliknya hidup jika terganggu oleh negara. Kalian pernah berpikir seperti itu tidak? Berpikir tentang bagaimana jika hidup kalian diganggu oleh penguasa. Kalian akan pasrah kemudian mencari kehidupan lain? Atau kalian akan mempertahankan diri dan rumah kalian dari gangguan penguasa tersebut? Gangguan penguasa yang dialami oleh masyarakat kendeng...

Kesadaran kelas

Kalian pernah terbayang tidak? Bahwa setiap diri kita mewakili lingkungan dan membentuk kelas kelas sosial? Misalnya, saya adalah bagian dari kelas menengah ke bawah, kenapa? Pertama saya bukan orang yang bisa tiap hari beli makan di restoran, tidak sanggup nabung di bank, tidak punya kendaraan bermotor, kredit paling sanggup adalah handphone. Ada juga kelas menengah ke atas, maksudnya adalah golongan orang-orang yang terbiasa makan fast food, sering ke ATM, punya mobil, dan sering mengakses teknologi informasi. Kemudian ada kelas bawah, kelas pekerja, yang biasanya pegawai harian lepas, atau pekerjaan yang tidak memiliki jaminan. kesulitan mengakses bank, dan sebagainya. Kelas pekerja sering juga disebut buruh dan kelas menengah sering disebut kelas borjuis. Terus apa pentingnya kesadaran kelas itu? Kesadaran kelas ini menjadi penting karena setiap masalah sosial selalu berhubungan dengan pengaruh kelas sosial kita. Cara pandang terhadap suatu masalah atau inovasi atau gagasan itu ...

Konsistensi

Lagi dan lagi. Saya tidak konsisten. Menulis dengan niat tiap hari. Sekarang sudah 2 bulan tidak pernah posting blog lagi. Maklum mah udah bosan, ini mah hanya rasa malas saja. Bukan karena kesibukan saya. Postingan ini saya buat di handphone baru saya. Sekedar usaha untuk memudahkan saya membuat tulisan si blog. Semoga saya dengan handphone baru ini mampu lebih rajin ngeposting tulisan dan menceritakan topik-topik lainnya

tidak berdaya

seperti roda, kehidupan bergerak keatas dan kebawah. tergantung diameter roda kehidupan anda, semua orang memiliki masanya saat berada di titik terendah. saat-saat saya berada di titik terendah hampir sering terjadi terutama ketika silau mendengar kesuksesan orang lain. saya merasa tidak berdaya. tidak memiliki upaya untuk menyamainya. kesuksesan itu katanya punya makna sendiri-sendiri. kesuraman kita bukan berarti akhir dunia. ah, saya gak percaya. selama dunia dipenuhi informasi dari orang-orang yang caper. rasa tidak berdaya dan ketidaksuksesan itu akan selalu ada. sekarang coba kalian pikirkan, ketika semua orang tidak cerita, tidak membagikan semua pengalamannya tanpa di minta, atau setidaknya kita tidak pernah tahu tentang apapun selain kamu. apakah kamu masih akan merasa tidak berdaya? saya yakin kalian akan lebih happy, setidaknya lebih percaya diri. berkaitan dengan diameter roda tadi, bagi mereka yang merasa hidup tak pernah susah. segala keinginan terpenuhi. itu kare...

semenjak berita duka itu

semenjak berita duka tersebut, kegiatan yang sering aku lakukan sekarang adalah menulis. tepatnya menulis surat. ditunjukkan ke kantor pos yang terdapat di surga. sekedar ingin tahu kabar kamu, sekedar ingin mendengar kamu masih terasa ada. kata temanku itu sia-sia, menurut kamu gimana? aku tidak sia-sia melakukan ini kan? surat itu sampai kepadamu kan? kalau tidak, boleh kamu kasih tanda biar aku tidak melakukannya. mungkin kamu lebih suka video call? atau mungkin vlog. tapi, apa di surga ada semacam platform youtube? aku tidak tahu. meski begitu, semakin hari aku merasa semakin nyaman seperti ini. aku bisa melanjutkan hidupku tanpa harus merasa kehilangan kamu. aku lebih rajin membaca, menuliskannya. aku lebih mampu memaknai hidup. lebih lanjut, aku sekarang lebih membuka diri dengan semua orang. aku tidak lagi menjaga jarak dengan semua orang. aku sekarang mulai mencoba meluangkan waktu untuk kegiatan yang sebenarnya tak perlu-perlu amat. seperti main gitar di pinggir jalan sa...