Postingan

Ghost In The Cell

Gambar
Suatu hari kau bertemu seseorang. Ia mengingatkanmu tentang kejahatan pemegang kekuasaan. Kau merasa berdosa karena kau merasa kaulah penyebab kejahatan tersebut terjadi. Kaulah yang memberikan kekuasaan kepadanya. Kau memilihnya pada saat pemilu. Kau hanya tertawa getir menyaksikan orang yang kau pilih, yang sekarang memegang kekuasaan, melakukan kejahatan yang temanmu ceritakan hari ini. Kau jadi teringat akan rasa bersalahmu. Film ini bercerita seolah-olah kamu adalah kau, dan ia mengingatkanmu akan masalah tersebut. Bagi yang senang diceramahi atau diberi tahu tentang kondisi negara yang buruk-buruk, mungkin kau akan suka. Tapi bagi saya yang kurang suka diceramahi, film ini terlalu preachy atau terlalu bernada moralistik. Meski sentilan-sentilannya menarik, hal tersebut membuat ceritanya tersendat. Saya merasa itu terjadi karena penulisnya ingin sekali menyampaikan pesannya secara gamblang, dan itulah alasannya kenapa menurut saya film ini terlalu bernada moralistik. Dari segi art...

Na Willa

Gambar
Aku tahu, bagi sebagian orang, masa kecil tidak menarik. Banyak kenangan luka yang terlahir dari sana. Mengingatnya membuat sebagian orang akan trauma. Tetapi di balik itu semua, hikmah akan diterima. Menyaksikan film Na Willa di Netflix mengubah cara pandang tersebut. Jika ceritamu pada masa kecil sesederhana Na Willa, kamu akan mengenangnya sebagai sebuah nostalgia yang menarik. Tetapi bagi sebagian orang, mereka hanya akan mengingat bahwa masa kecilnya tidak sebahagia itu, dan ia akan tumbuh dengan perasaan lega. Bercerita tentang anak kecil yang beranjak dari fase prasekolah menuju sekolah, Na Willa mengalami berbagai pengalaman yang mengajarkannya tentang apa itu hidup yang dia tahu: bermain layangan, menemani Mak ke pasar, dan bertemu dengan kawan-kawan seumurannya. Pada saatnya, ia mulai kesepian kala teman-temannya sudah mulai bersekolah, sementara ia sendiri belum. Lalu, ia bermain sendiri dengan anak ayam kuning yang kecil sekali. Dan ia tetap merasa kesepian. Ia hanya ingin...

RESENSI MANIAK (esai dari pagina ke pagina) - Hernadi Tanzil

https://x.com/_Akbar_Maulana/status/2074125925122445586?s=20 Resensi adalah ihwal awal untuk membuka gerbang membaca. buku ini disarikan dari blogspotnya beliau yang beralamat di bukuygkubaca(dot)blogspot(dot)com. buku ini memiliki subjudul esai dari pagina ke pagina yang bermakna menurut KBBI adalah esai dari halaman buku ke halaman buku. buku ini dibagi tiga sub tema, metabuku yaitu buku yang membicarakan tentang buku, sastra indonesia yang memuat buku karya penulis indonesia dan sastra terjemahan karya penulis dunia. buku ini secara garis besar, berisi resensi yang sesuai dengan kaidah resensi yang biasa diajarkan oleh guru dalam pelajaran bahasa indonesia formal, yaitu dengan struktur yang terdiri dari identitas buku, kemudian sinopsis isi buku, lalu penilaian tentang isi buku baik kelebihan dan kekurangan tentang isi buku maupun luaran buku seperti kualitas cetak, pemilihan font, keterbacaan dan kualitas terjemahan. juga terdapat tanggapan masyarakat tentang buku tersebut, dan bag...

PETANG PANJANG DI CENTRAL PARK - BONDAN WINARNO

saat kamu berpikir bahwa bondan winarno adalah pakar kuliner, mari kita lupakan itu sejenak dan bahas salah satu bukunya yang berjudul Petang Panjang di Central Park.  Buku Petang panjang di central park adalah satu-satunya buku kumpulan cerpen pak Bondan Winarno. Buku ini merangkum cerpen-cerpen pak bondan yang memenangkan sayembara dan dimuat di koran kompas. Buku ini disusun secara kronologis berdasarkan urutan terbit di media atau memenangkan sayembara. ini adalah buku yang menceritakan perjalanan pak bondan di sela-sela pekerjaannya sebagai wartawan. beberapa cerita di dalamnya juga menggunakan POV seorang wartawan atau yang berkaitan dengannya. sebenarnya cerpen ini menarik bagi saya, tetapi belum tentu buat kamu. kenapa begitu? karena cerpen ini memiliki kekuatan pada kemampuan narasinya yang mengalir lancar, bagi kamu yang doyan bermain dengan kata dan bahasa, berindah-indah dalam bertutur, cerpen ini tidak cocok dengan kamu. bagi saya sendiri, cerpen ini membuat saya memah...

terburu-buru

Aku lupa caranya menulis rapih. Kalimatku berantakan. Paragrafku tak beraturan.  Sejak kau pergi meninggalkanku. Kata dan kalimat seperti tercekat dalam tenggorokanku. Aku tak bisa berkata apa-apa. Menuliskannya saja aku tidak bisa. Kamu tidak memperhatikanku. Di sudut matamu, kamu lebih asyik memperhatikan orang yang berlalulalang. Kamu seperti membayangkan jadi seperti mereka, terburu-buru mengejar waktu.  "Kenapa sih orang selalu terburu-buru", katamu! "Aku tidak tahu. Mungkin mereka takut kehilangan kesempatan. Seperti kesempatan mendapatkan cintamu." Kataku, Menatapmu. "Kamu tidak harus terburu-buru. Kalem. Sesuatu yang tergesa-gesa tidak baik juga. Aku masih trauma". Seperti orang yang berlalulalang, pikiranku melayang kemana mana. Tentang dosa, tergesa-gesa, dan terburu-buru. Aku jadi teringat, tentang masa laluku. Semuanya terburu-buru. Aku lupa menikmati waktu. Menikmati pemandangan. Menikmati saat saat bersama. Mensyukuri dan meresapi sesuatu yan...

Perempuan dan gelap

Daripada kau melamun, karena pacarmu hanya membaca tanpa membalas pesanmu, lebih baik kau dengarkan ceritaku. Aku mau menceritakan kepadamu tentang gelap dan perempuan. Asti, pekerja seni, 24 tahun, merenung seumpama peran yang biasa ia lakukan. Peran antagonis yang mengubah hidupnya. Hidupnya yang terang berubah menjadi gelap. Perubahan itu akibat wajahnya yang memiliki kesan jahat seperti singa yang mengaum. Singa adalah raja hutan, asti juga seorang ratu. Ia memiliki anak buah yang membantunya. Anak buahnya memiliki peran yang berbeda. Ada yang berperan mengambil air minum, mengambil makanan sekaligus menyuapinya, hingga ada yang berperan memastikan tidak ada kotoran di sela kuku, dalam telinga, dan mulutnya. Sebagai pekerja seni sekaligus ratu, tentu saja asti biasa menelan pil pahit. Biasanya dari ketidakterimaan penggemarnya. Memang, kekayaan selalu menghadirkan efek buruk. Kecemburuan. Namun, ia tetap lapang dada. Ia tahu mereka tak mengenal dirinya. Jadi ia tetap dengan ...

merancap

kau terlalu sering merancap. bikin malu saja, ujar temanku. aku bisu. gigi putih terasa dingin. tubuh menjadi kaku. tak bergerak meski gerakan minor. memalukan jika kau ketahuan sedang merancap. maksudku, bila kau memang tak percaya dosa, kau bisa berzina jika kau mau. kau terlalu feminis. aku mengelap air maniku. kata-kata temanku masih tergiang dalam otak. aku feminis.  hei, kau harus menghormati perempuan. jika kau mau, kataku. apa yang tidak menghormati perempuan dari sebuah kesepakatan bersama? kau terlalu lembek. seperti manimu. aku menikmati selama ini, sebelum kau datang memergokiku. sesungguhnya aku sekarang ingin membunuhmu.