Ghost In The Cell
Suatu hari kau bertemu seseorang. Ia mengingatkanmu tentang kejahatan pemegang kekuasaan. Kau merasa berdosa karena kau merasa kaulah penyebab kejahatan tersebut terjadi. Kaulah yang memberikan kekuasaan kepadanya. Kau memilihnya pada saat pemilu. Kau hanya tertawa getir menyaksikan orang yang kau pilih, yang sekarang memegang kekuasaan, melakukan kejahatan yang temanmu ceritakan hari ini. Kau jadi teringat akan rasa bersalahmu. Film ini bercerita seolah-olah kamu adalah kau, dan ia mengingatkanmu akan masalah tersebut. Bagi yang senang diceramahi atau diberi tahu tentang kondisi negara yang buruk-buruk, mungkin kau akan suka. Tapi bagi saya yang kurang suka diceramahi, film ini terlalu preachy atau terlalu bernada moralistik. Meski sentilan-sentilannya menarik, hal tersebut membuat ceritanya tersendat. Saya merasa itu terjadi karena penulisnya ingin sekali menyampaikan pesannya secara gamblang, dan itulah alasannya kenapa menurut saya film ini terlalu bernada moralistik. Dari segi art...