terburu-buru

Aku lupa caranya menulis rapih. Kalimatku berantakan. Paragrafku tak beraturan. 
Sejak kau pergi meninggalkanku. Kata dan kalimat seperti tercekat dalam tenggorokanku. Aku tak bisa berkata apa-apa. Menuliskannya saja aku tidak bisa.

Kamu tidak memperhatikanku. Di sudut matamu, kamu lebih asyik memperhatikan orang yang berlalulalang. Kamu seperti membayangkan jadi seperti mereka, terburu-buru mengejar waktu. 

"Kenapa sih orang selalu terburu-buru", katamu!

"Aku tidak tahu. Mungkin mereka takut kehilangan kesempatan. Seperti kesempatan mendapatkan cintamu." Kataku, Menatapmu.

"Kamu tidak harus terburu-buru. Kalem. Sesuatu yang tergesa-gesa tidak baik juga. Aku masih trauma".

Seperti orang yang berlalulalang, pikiranku melayang kemana mana. Tentang dosa, tergesa-gesa, dan terburu-buru.

Aku jadi teringat, tentang masa laluku. Semuanya terburu-buru. Aku lupa menikmati waktu. Menikmati pemandangan. Menikmati saat saat bersama. Mensyukuri dan meresapi sesuatu yang mungkin tidak akan sama lagi.

Seperti jatuh cinta padamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di sepetak sawah

Polarisasi di Media Sosial

Resensi Kura-Kura Berjanggut