Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

puisi cinta akbar

Puisi cinta akbar Hal ini begitu berat kurasakan. Kau pergi meninggalkanku. Berpisah dengan kata indah. Mungkinkah semuanya kembali. Sayang, aku rindu dirimu. Yang ada kita memiliki rasa. Namun berbagi dengan kejauhan.  Sayang, nama indah yang kau berikan. Semakin membuat rinduku terungkap.  Inginku kembali tapi tidak tuk saat ini. Jika aku salah jangan kau pergi meninggalkanku dengan kebencianmu Karena lebih berat bagi hidupku. Jika kau pergi ku tetap menanti karena kau ku sayangi. Meski aku tak mungkin miliki kamu selamanya Ketahuilah sebaris doa selalu kupanjatkan untukmu Sayang cintaku hanya untukmu.

saya sadari itu

Saya sadari itu Sebuah pemikiran itu tidak dapat dihentikan. Akan terus mengalir. Menambah dan mengurangi. Tugas kita hanya menyesuaikan. Sebuah waktu dan perjalanan tidak pernah berhenti. Jika kita berhenti kita bisa ketinggalan. Berapa banyak orang yang harus berjuang lebih berat setelah berhenti.  Kita akan terus kalah. Dalam arus globalisasi seperti ini. orang yang tidak memperbaiki diri setiap hari akan selalu ketinggalan.   Seperti perjalanan berliku mencapai gunung. Perjalanan ini penuh dengan halangan dan rintangan. Teruslah belajar demi masa depan menghadapi tantangan. Saya sadari ini. setelah pada saat ini. merasa lelah mengejar mimpi. Kemudian memutuskan berhenti. Ketika memulai lagi. Mati. Saya gak bisa lagi. Mendekati mimpi. Yang ada mimpi semakin jauh. Mengejarnya harus lebih berpeluh.   Halangan dan rintangan ini adalah keniscayaan. Musuh besar kita adalah diri kita sendiri. Tapi musuh besar kita juga seluruh umat manusia. Bukan lagi ...

mari bergerak membantu

Hari ini saya menemukan fakta menarik. Pengalaman saya hari ini mengubah pemahaman saya.  Ternyata di batujajar masih ada orang yang buta huruf. Tidakkah anda tau?. Perjalanan saya kecibungur.  Ke tempat pendidikan lembaga non formal membuat saya kaget. Saya bersama teman dari lembaga non formal tersebut ketempat belajar. Belajar buat nenek nenek yang buta huruf. Saya melihat sendiri bagaimana nenek-nenek itu belajar.   Mereka tidak malu. Mereka belajar untuk melawan rasa malu. Tidakkah kita sedih?   Tidakkah kita malu? Kenapa kita anak muda hanya bisa menikmati kebahagiaan sendiri? Mari bantu nenek kita belajar. Jadilah relawan bagi mereka. Jadilah pemuda yang berguna. Dimulai hari ini. di gerakan bandung barat maca. TBM cibungur.