Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Menunggu hingga kaki hilang

Aku perlu duduk. Tak ada tempat duduk di sekelilingku. Hanya trotoar yang ramai. Aku tak mau duduk di trotoar. Kotor dan bau sampah. Bajuku nanti rusak. Badanku nanti bau. Aku tak mau badanku bau dan rusak.  Kalau bukan karena perempuan, aku tak mau menunggu seperti hari ini. Berdiri selama dua jam  di pinggir jalan. Melelahkan sekali. Aku tak sanggup lagi berdiri. Kakiku sudah kram. Sebentar lagi, kakiku sangat pegal. Aku harus berpikir. Jalan kaki. Ya, aku harus jalan kaki. Segera saja aku jalan kaki. Jalan kaki bolak balik. Ke kiri dan ke kanan. Sudah terasa lebih baik, rasa kaku mulai mereda. aku mulai menunggu lagi. Demi perempuan itu, aku harus kuat. Sudah 3 jam aku berdiri, ini adalah rekor berdiriku. Rekor terlamaku berdiri adalah saat upacara kemerdekaan. Perempuan itu membuatku mampu berdiri lebih lama dari negara. Tak habis pikirku, bagaimana mungkin bisa terjadi. Tiba-tiba aku merasa malu. Temanku yang nasionalis pasti akan menertawakanku. Masa sama ...

Saya dan Standupcomedy

    Duduk di kursi yang panjang tanpa senderan di pojokan café yang ramai sebelah kanan panggung, cafe semi outdoor. Menyediakan  kopi dan  cemilan ringan. Ornamen gelap berada di pintu masuk. Ruang kasir yang berada lebih tinggi dari tempat duduk pelanggan. Saya disini untuk sebuah acara yang menarik.  Entah mengapa, apabila saya datang pertama kali. Selalu saja datang cepat. Seperti hari ini. Saya datang pertama kali ke acara pertunjukan standupcomedy. Saya memperhatikan jam, sekarang pukul 18.00 wib. Ada waktu sekitar satu jam lagi sebelum acara dimulai. Sebelum berlanjut, mari saya jelaskan dulu apa itu standupcomedy. Standupcomedy adalah pertunjukan komedi yang sesuai namanya dilakukan oleh seseorang. Seni itu sebenarnya bukan pertunjukan baru di Indonesia. Standupcomedy telah banyak hadir dalam panggung pertunjukan di Indonesia. Seperti dalam acara srimulat. Pada hakikatnya ada seni standupcomedy disana. Namun, mungkin bukan secara jelas ditayangkan....

Abdi Segera (sebuah puisi)

runtuhnya makna diam, hembuskan saja tak usah kau hiraukan. segera ambil nafas dan tuangkan segelas oksigen. hirup dalam-dalam oksigen. hingga pengap hilang. balik ke persoalan, dia tersenyum. lega katanya, aku tau untuk masalah serumit apapun. diam dan hembuskan adalah kunci. uang bergelimang hanya angan. cicilan numpuk seorang abdi. katanya hidup adalah pengabdian. padahal makan tak bisa dengan abdi. melanjutkan hidup tak cukup dengan negara. seorang ustadz datang, mintalah pada tuhan. negara tak akan mampu memenuhi itu. lepaskan seorang abdi pada kematian. mungkin tuhan ingin tersenyum. pengabdian seseorang adalah lelucon paling lucu. hahahahaha, seorang pengusaha tertawa. Mungkin menertawakan pengabdian seseorang. Atau mungkin memanipulasi takut KPK. padahal tuhan harusnya lebih membuat takut. abdi dan pengusaha memang suka memanipulasi rasa. ibu berpesan, bekerja sebagai PNS menyenangkan. mungkin ibu juga ingin seperti tuhan. mengat...

Menjadi Penyair Kemarin Sore

Kalau sekedar cerita tentang kegiatan akhir pekan sepertinya tidak masalah kan ya? mudah-mudahan tak masalah. Begini ceritanya, hari sabtu yang cerah (kalimat klise tapi penting). Saya mengikuti kegiatan senja berkata.  instagram.com/_bacabuku Datang terlambat, acara telah dimulai. Saya duduk di dekat panggung sebelah kiri. sebenarnya bukan panggung hanya sebuah spot yang diciptakan menjadi panggung. kegiatan berlangsung di sebuah kedai bernama toko kopi.  instagram.com/tokokopi.smp Ada beberapa lineup penampil yang menarik hari itu. Ada sepasang suami istri yang telah menelurkan (meski bukan ayam) novel dan kumpulan puisi yang membacakan puisi. Ada penampilan monolog tentang seorang yang dipenjara oleh negara tanpa persidangan. Ada seni pertunjukan yang bertema pulang kerumah namun di rumah malah menjadi tamu. Ada teman saya yang jadi penampil, yang sebelum acara tersebut saya telah kenal bukan semenjak ketemu di acara itu jadi teman. Mereka adalah Jein Oktaviani, Di...

LOGIKA VS PERASAAN (ABOUT KARIR)

pilihan tentang pekerjaan seharusnya menggunakan logika. bukan perasaan. perasaan itu terlalu kotor, penuh dikotomi, perpecahan yang rumit. logika, variabelnya jelas, minim distraksi, asalkan masuk logika, ambil saja. saya selalu kagum sama orang-orang yang dengan tulus dan tak peduli perkataan orang atau dirinya sendiri, menjalani pekerjaan seakan memiliki dunianya sendiri. orang-orang yang passionate dan ikhlas bekerja. pekerjaan bukan sebagai pilihan tetapi bawaan. mereka yang dengan kerja kerasnya berhasil membentuk brand atas nama dirinya sebagai pemilik identitas akan sesuatu. seperti pecinta kuliner, reviewer handphone, dan penulis olahraga. mereka bekerja penuh keikhlasan. logika mereka saya tidak tahu, mungkin menurut mereka, kekayaan tidak hanya sekedar uang. mungkin dengan kepuasan batin yang diterima. mereka bahagia dan mendapatkan uang. tetapi, proses tersebut tidak cepat, perlu usaha-usaha bertahun-tahun membentuk brand yang kuat seperti itu.  bagi sa...

LATAR BELAKANG

Sebelum berlanjut ke hal yang penting, mari kita mulai semuanya dari latar belakang. Latar belakang apabila dalam kehidupan mahasiswa, sering sekali hadir dalam keseharian. Termasuk dalam sistematika makalah yang sering dikerjakan mahasiswa. Latar belakang berperan dalam mengantar sebuah makalah berjalan. Membahas hal-hal yang melatarbelakangi mahasiswa membuat makalah.  Jadi mari kita mulai dari sana. Perkenalkan saya moch. Akbar maulana. Biasa dipanggil akbar. Ini suatu hal yang berat untuk saya mengakui tetapi tak apalah. Saya gemar menulis. Ini bisa dibantah. Pertama, karena saya tidak konsisten menulis. Kalian mungkin berpikir dan kemudian berargumen bahwa masa dia gemar menulis tetapi menulis saja tidak konsisten. Kedua, tidak bergabung komunitas penulis. Untuk sebagian orang, lingkungan sangat berpengaruh pada motivasi. Kalian yang terbiasa gabung komunitas penulis dan aktif di dalamnya pasti setuju bahwa hal itu pasti berpengaruh pada motivasi kalian menulis. Dua hal ...