Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Terkait kedatangan pemain persib

Persib memberikan kejutan yang mencengangkan kala ulang tahunnya. Kedatangan seorang pemain kelas dunia bernama michael essien membuat saya kaget. Saya mencintai sepakbola dan saya dari bandung. Karena itulah saya mengidolakan persib bandung. Dengan kedatangan pemain kelas dunia tersebut. Menurut saya setidaknya menambah ketenaran persib bandung di kancah dunia. Pemberitaan dari dunia internasional membuat persib lebih dikenal. Ini salah satu keuntungan mendapatkan essien. Meski sebenarnya dari segi taktik ada kekhawatiran karakter dan kondisi pemain sendiri tidak sesuai. Tetapi, itu hanyalah tulisan yang berasal dari anggapan. Yang tentu saja pasti akan keliru. Ya setidaknya saya sudah tidak sabar bagaimana rasanya melihat pemain kelas dunia bermain di indonesia secara reguler terutama karena kondisi sepakbola indonesia yang secara kualitas infrastruktur masih kurang baik secara merata.

Sampai kita menjadi korban

Kendeng berduka. Bagi kalian yang tidak tahu. Saat ini ibu-ibu petani di pegunungan kendeng rembang sedang bersusah payah. Hidupnya terancam oleh korporasi semen. Perseteruan ini dimulai ketika perusahaan semen ingin membangun pabrik di pegunungan kendeng yang dipenuhi dengan sumber mata air bagi para petani. Mereka adalah ibu-ibu pejuang yang menjaga rumahnya dari rakusnya korporasi. Kemarin salah satu dari mereka. Ibu ibu tersebut berdemo dengan menyemen kakinya. Meninggal. Karena serangan jantung. Namanya ibu padmi. Perhatian saya terhadap hal ini mungkin bisa dibilang hanya ikut-ikutan. Saya tidak tahu persoalan hanya merasakan betapa peliknya hidup jika terganggu oleh negara. Kalian pernah berpikir seperti itu tidak? Berpikir tentang bagaimana jika hidup kalian diganggu oleh penguasa. Kalian akan pasrah kemudian mencari kehidupan lain? Atau kalian akan mempertahankan diri dan rumah kalian dari gangguan penguasa tersebut? Gangguan penguasa yang dialami oleh masyarakat kendeng...

Kesadaran kelas

Kalian pernah terbayang tidak? Bahwa setiap diri kita mewakili lingkungan dan membentuk kelas kelas sosial? Misalnya, saya adalah bagian dari kelas menengah ke bawah, kenapa? Pertama saya bukan orang yang bisa tiap hari beli makan di restoran, tidak sanggup nabung di bank, tidak punya kendaraan bermotor, kredit paling sanggup adalah handphone. Ada juga kelas menengah ke atas, maksudnya adalah golongan orang-orang yang terbiasa makan fast food, sering ke ATM, punya mobil, dan sering mengakses teknologi informasi. Kemudian ada kelas bawah, kelas pekerja, yang biasanya pegawai harian lepas, atau pekerjaan yang tidak memiliki jaminan. kesulitan mengakses bank, dan sebagainya. Kelas pekerja sering juga disebut buruh dan kelas menengah sering disebut kelas borjuis. Terus apa pentingnya kesadaran kelas itu? Kesadaran kelas ini menjadi penting karena setiap masalah sosial selalu berhubungan dengan pengaruh kelas sosial kita. Cara pandang terhadap suatu masalah atau inovasi atau gagasan itu ...

Konsistensi

Lagi dan lagi. Saya tidak konsisten. Menulis dengan niat tiap hari. Sekarang sudah 2 bulan tidak pernah posting blog lagi. Maklum mah udah bosan, ini mah hanya rasa malas saja. Bukan karena kesibukan saya. Postingan ini saya buat di handphone baru saya. Sekedar usaha untuk memudahkan saya membuat tulisan si blog. Semoga saya dengan handphone baru ini mampu lebih rajin ngeposting tulisan dan menceritakan topik-topik lainnya