Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Kegagalan Wawan Part 3 Cerbung

Wawan segera menepis pikiran buruknya. Ia alihkan pikiran menuju cara-cara. Berbicara, berkenalan dan bertukar nomor handphone. "Bagaimana caranya, ya," wawan menerawang, mendongakkan kepalanya seakan berpikir. Wawan membayangkan salah satu cara. "Hai, boleh kenalan?" Tidak, tidak, terlalu langsung. Wawan menepis sendiri sarannya. Otak wawan seakan berdiskusi satu sama lain. "Mungkin dengan menjatuhkan sesuatu agar dipungut dia," wawan sekali lagi memberi saran. "Ah tidak, tidak. Terlalu sinetron," wawan menepisnya lagi. "Mungkin dengan menceritakan cuaca, lingkungan, atau kondisi jalanan," wawan mencoba lagi. "Nah, mungkin bisa nih," kata wawan, sedikit ragu. Wawan mulai melancarkan aksinya. Dia rapihkan kemejanya yang kancingnya dibuka. Dia rapihkan rambut dan mulai melangkah lebih dekat. Kini jarak wawan dengan perempuan itu sejengkal tangan. Wawan sedikit ragu, jantung wawan berdegup lebih kencang. Ada adrenalin entah...

Meraih aku

Aku adalah palung terdalam. Tak seorangpun dapat mencapai dasarnya, kecuali ikan laut dalam. Yang hidup tanpa cahaya. Aku adalah langit angkasa. Tak seorangpun dapat meraihnya, kecuali astronout. Yang rela tua di jalan. Kamu harus seperti astronout, seperti ikan laut dalam. Usaha besar untuk meraih aku.

Kegagalan wawan part 2 (cerbung)

Wawan pulang kantor ketika hari sudah sore. Malam menjelang ketika wawan berada di sebuah angkot. Wawan tak suka teknologi yang mematikan orang kecil. Dia tak biasa menggunakan ojeg online, baginya ojeg online mengingatkannya pada orangtuanya dulu sebagai supir ojeg. Ada getir kemiskinan hadir. Wawan membuka kancing kemejanya, rasa lelah bercampur dengan keringat membuat wawan merasa tak nyaman. Wawan membuka tas berbentuk persgi panjang, dia buka agenda buku yang biasa dia lakukan sejak SMA, sekarang wawan sedang menamatkan buku "1984 george orwell" ini juga menjadi alasan lain bagi wawan kenapa dia lebh memilih menggunakan angkutan umum. Wawan bisa asyik membaca buku. Wawan sedang asyik membaca buku sambil melihat sekeliling, hari ini macet sekali. Jalanan sedikit basah akibat hujan tadi sore. Suara motor saling bersahutan seakan berdialog. Sekelibatan cahaya, mata wawan tertuju pada gadis di paling pojok bagian belakang kondisi angkot. Jarak wawan dengan gadis tersebut s...

Kegagalan wawan Part 1 (cerbung)

"Gagal bukan akhir segalanya." Begitu kata wawan dalam hati. Ini adalah kegagalan ketigapuluhnya. Wawan sedang mengalami kegagalan dalam mendapatkan pacar. Gebetannya menolak dengan sedikit rasa jijik dari sorot matanya. Wawan gagal dalam banyak hal. Mulai dari wawan gagal masuk SD, gagal dalam lomba olahraga futsal, hingga gagal menjadi anak tunggal. Ibunya melahirkan anak kedua. Kegagalan ketigapuluh ini yang paling menyakitkan bagi wawan. Wawan mungkin ada cowok paling rugi di dunia. Wajah wawan sebenarnya tak jelek, bisa dibilang lumayan. Rambut wawan ikal, matanya bulat, dan pipinya sedikit tembem, kulitnya juga putih susu. Wawan juga seorang yang sukses, dia bekerja sebagai manager di perusahaan telekomunikasi. Meski itu adalah satu-satunya keberhasilan dia. Namun, entah kenapa perempuan tak pernah tertarik. Wawan tak mengerti, kenapa semua ini belum cukup untuk mendapatkan pacar. Kata anton, temannya, wawan mungkin kurang dalam berkomunikasi, wawan kata anton selalu...

Tentang Pernikahan dan Pertanyaan

Saya sebal sama topik pernikahan. Pertanyaan tentang kapan nikah? Kapan punya anak? Basa basi yang menganggu. Karena menurutku, itu bukan urusanmu. Kenapa tanya? Saya sebal karena saya memang merasa topik itu masih jauh dari hidup saya. Pernikahan masih jauh dari mata saya. Karena menikah itu sesuatu yang rumit, rumit dalam arti bahwa menikah bukan tentang aku dan kamu. Ini tentang aku, kamu dan keluarga besar. Membahagiakan kamu beda sekali dengan membahagiakan keluarga besarmu. Ini tentang resepsi, tentang rumah, masa depan, dan karir. Menurutku menikah itu perlu keputusan yang tidak bisa sembarangan. Perlu pertimbangan dan kedewasaan. Umur 30 tahunanlah yang menurutku pantas untuk menikah. Menikah perlu apa yang disebut dengan selesai dengan diri sendiri. Selesai dengan ambisi pribadi, lanjutkan mengabdi untuk teman hidup. Seperti itu, padahal kan banyak basa basi yang lebih baik, nanya kabar atau nanya masa depan mau ngapain. Tidak melulu soal kapan nikah. Bagi yang tidak bis...

Raditya Dika, Penulis yang mempopulerkan genre baru

Sering membercandai tubuh pendeknya dan susah tersenyum, dia adalah salah satu penulis komedi terbaik di Indonesia. Saya kenal beliau justru bukan dari penulis, dari sebuah pertunjukkan stand up komedi. Waktu itu saya masih SMA kelas 3. Namanya Dika Angkasaputra Moerwani atau lebih dikenal sebagai Raditya Dika. Lahir 28 Desember 1984, Radit mulai menulis dari kegemaran dia menulis diary sejak SD. “dulu mulai suka menulis karena saya suka baca diary. Waktu SD saya punya temen namanya ridham, dan kami sering tukar diary kami,” kata beliau. Belajar menulis komedi dengan membaca buku kemudian menggarisbawahi setiap kalimat yang membuat dia tertawa, kemudian raditya mencoba menulis sebuah buku dari buku tulis. Radit menulis buku berjudul Beauty And The Bis Tingkat” dan anehnya malah disukai oleh semua temannya, bahkan hingga gurunya. Kemudian kegemaran radit berlanjut dengan adanya blog. Radit mulai membuat blog dan berlatih menulis komedi dengan perantara blognya dengan nama blog ...

Saya dan kedekatan dengan dunia baca dan tulis

Setelah aktif menulis sekian lama, saya menyadari kalau saya ini masih amatiran. He he he. Saya mulai suka menulis ketika masih SMK kelas 11, cenderung terlambat. Namun, saya suka membaca sejak SMP. Saya sering membaca koran, tak pernah baca buku, karena tak dibelikan ibu. Saya biasanya membaca koran pikiran rakyat. Dulu ketika bapak saya masih bekerja sebagai Kepala Desa, saya selalu meminta bapak membawakan koran untuk saya. setelah tidak lagi menjadi Kepala Desa, saya selalu membaca koran di  sebuah wartel milik saudara saya. Setiap pagi sekitar jam 10, atau setelah pulang sekolah jam 2 jika sekolah pagi. Saya mampir hanya untuk membaca koran. Topik paling utama yang biasa saya baca tentunya adalah sepakbola, kemudian yang ringan-ringan, kemudian cerita tentang daerah saya, tentang luar negeri, untuk kemudian membaca review karya seni. Selain itu, saya juga ketika SMP berlangganan majalah mingguan soccer yang sekarang telah almarhum, setiap membeli majalah tersebut tersedia ...

NBA is Coming

NBA is coming! Yeah! Mulai tengah bulan kemarin, kompetisi olahraga basket amerika telah dimulai. Musim ini, setelah sebuah sesi pertukaran pemain dan draft, banyak hal yang menarik terjadi pada tim-tim NBA. Ada Oklahoma City Thunder yang memiliki Big Three baru atas nama Paul George, Carmelo Anthony, dan Sang MVP musim lalu, Russel Westbrook. Ada Houston Hocket dengan duo chris paul atau CP3 dan james harden. Ada Cleveland Cavaliers dengan pertukaran Kryie Irving ke Boston Celtics dan mendatangkan Wade dan Rose, Sang mantan MVP. Juga tim-tim lain yang cukup menjanjikan untuk ditonton. Terimakasih kepada vidio.com dan O Channel yang telah menayangkan beberapa tayangan NBA sehingga saya bisa sedikit menikmati kemeriahan NBA kali ini. Jagoan saya? Saya tetap menjagokan San Antonio Spurs, meski tidak terlalu aktif di sesi pertukaran pemain. Tapi saya suka dengan kultur timnya, terutama mungkin karena ada pelatih senior Greg Popovich. Juara musim lalu, Golden State dengan 4 starting ...

Obrolan waktu

Kau jahat, waktu tak bisa kau sembarangan bunuh. Aku tak membunuh waktu. Aku justru berteman dengan waktu. Tapi kamu tak menghargai waktu. Kamu tak bisa seenaknya berteman dengan waktu. Justru aku menghargai waktu. Aku sayang sama waktu. Aku ingin selalu bersama waktu. Waktu juga perlu waktu, kamu harus pilih aku atau waktu. Kamu tak bisa sembarangan memilih, karena waktumu hampir habis. Waktuku masih banyak, makanya aku bermain waktu. Kata siapa? Sudah kamu tak usah bermain dengan waktu. Waktu akan balik membunuhmu. Aku kan yang akan membunuh waktu? Kenapa waktu balik membunuhku? Karena waktu tak bisa diterka, seperti ilmu eksakta. Waktu tak bisa diprediksi, seperti berjudi. Aku bisa menerka waktu, bahkan aku sudah tahu, kapan waktu berhenti. Bohong! Tidak mungkin! Kalau kamu tahu, kenapa kamu tak berbuat sesuatu? Buat apa? Nanti saja. Aku tahu waktuku. Tak usah buru-buru. Oh, aku mengerti, tetapi aku tetap tak percaya. Waktu akan balik membunuhmu. Terserah jangan ganggu ...

Asongan di tahun 1998

Bapak rodi adalah pedagang asongan. Biasanya tepat jam 4 pagi dia sudah mulai mempersiapkan diri. Tahun 1998 ketika krisis ekonomi menerpa, bapak rodi masih tetap berjualan. Rodi adalah lelaki tua berumur sekitar 64 atau 65 tahun. Tak jelas, karena akta kelahiran yang aslinya dilalap api ketika dia masih remaja. Sudah beruban hampir diseluruh kepalanya, bapak rodi masih saja terlihat bugar. Sebenarnya, hari ini adalah hari biasa bagi bapak rodi. Dia sudah bangun subuh hari. Mempersiapkan barang dagangan berupa makanan cemilan dan minuman segar. Bapak rodi sudah berangkat pukul 05.00 ke tempat biasanya berjualan. Sebuah perempatan lampu merah yang ramai, diatas trotoar yang seharusnya bagi pejalan kaki. Bapak rodi tak peduli, meski pejalan kaki harus mengalah. Hanya ini yang bisa dia lakukan untuk mencari rezeki. Rodi sudah tiba pukul 6 pagi. Ia mulai menggelar dagangannya. Mempersiapkan sebuah roda yang mulai dirapihkan agar menjadi semacam etalase. Lebih bagus dari ruko. Rodi tak...

Yang aku pikirkan saat ini

Waktu. Mengelola waktu itu bagaimana? Mengerjakan agenda pekerjaan dalam on schedule itu bagaimana? Saya kesulitan. Sekarang pekerjaanku menumpuk. Aku kebingungan mulai darimana? Katanya konten itu harus kaya. Sekarang aku bahkan tak memikirkan konten. Aku memikirkan pacar. Prinsipku memang membolehkan pacaran. Entahlah, menyenangkan ini. Dia belum pulang. Tak ada kabar dari sore. Aku khawatir. Aku ingin menamatkan baca buku. Banyak sekali buku yang harus aku baca. Aku harus mencicilnya sedikit-sedikit. Pekerjaanku menuju saat-saat tersibuk. Akhir tahun, laporan tahunan. Ah repot harus begadang panjang. Kuliahku harus ngulang satu semester. Karena satu mata kuliah yang tak lulus. Skripsi sudah hampir setengah jalan. Tapi setengah jalan ini adalah yang terberat. Ini adalah apa yang aku pikirkan saat ini.

Mitos malam Jum'at

Banyak hal di indonesia yang sebenarnya adalah mitos tetapi diyakini kebenarannya. Seperti misalnya abis kerokan gak boleh mandi, duduk di palang pintu akan sulit dapat jodoh, dan malam jumat. Menurut saya, malam jumat terkenal dengan suasana menyeramkan itu gak masuk akal. Hanya mitos. Kenapa? Karena sejauh yang saya tahu setan itu tidak kerja shift seperti karyawan pabrik. Setan tuh gak ada jadwal, masa ada jadwal kan aneh ya? Kalo bener pun bahwa setan ada jadwal, kebayang gk setan kalau gk lagi jadwal, ngapain? Tidur? Atau mungkin hibernasi? Atau kerja yang lain? Jadi pejabat korup, misalnya. Kan egga ya? Menurutku itu hanya mitos, terus kenapa hanya malam jumat saja yang menyeramkan, emang malam jumat dalam dunia setan ada apa? Pesta? Atau mungkin ada pasar malam? Sekarang kalau memang betul, terus ngapain coba setan datang malam jumat, kenapa gk malam minggu, yang rame sama manusia.. karena setan takut? Masa setan takut... Baru tahu aku... Menurutku semuanya hanya mitos, bah...

Kumpulan fiksimini saya

Saya akan menuliskan beberapa fiksimini karya saya.. semoga ini menjadi salah satu cara menjaga yang tercecer, terserak, dan tertinggal memjadi lebih rapih... KEBUN BINATANG TEMPAT PENJARA HEWAN. TANPA JERUJI BESI DAN PRIVASI. DITONTON DENGAN SENANG HATI. SESI FOTO CALEG AKU HARUS TAMPAN. ULANGI! HINGGA MATAKU HILANG. DOA SEORANG PELACUR TUHAN, TUNGGU DULU, SAYA SEDANG BEKERJA. JOMBLO LABEL HARGA DIRI PADA MEREKA YANG TAK PERCAYA DIRI. MIMPI KEJARLAH TERUS HINGGA MAMPU MELAMPAUINYA, SIAPA TAHU KAMU LEBIH CEPAT BANGUN. DUA SISI MATA UANG SUAMI ISTRI SALING MEMUNGGUNGI TETAPI TETAP TERIKAT KASUR YANG SAMA

kuliner bandung

Singkong yang direbus dingin, dilumuri dengan seluruh permukaan singkong dengan ragi kemudian disimpan dalam wadah kedap udara selama satu malam. Ikat singkong beragi satu per satu dengan menggunakan tali, simpan kembali dengan posisi tergantung pada suhu ruang selama malam. Namanya tape bandung atau biasa disebut peuyeum bandung. Sebuah makanan khas bandung bahkan menjadi ikon kuliner bandung. Meski sekarang pamornya sedang kalah oleh seblak, masih ada yang menjual peuyeum bandung. Peuyeum sering ditemukan dijual di Nagreg, Cianjur, atau Pasteur yang menjadi pintu masuk dan keluar bandung.  Rasa peuyeum yang khas masih sering menjadi oleh-oleh yang selalu dibawa para wisatawan. Memiliki rasa yang berkarakter sebagaimana durian, peuyeum juga banyak yang tidak suka. Meski begitu, peuyeum sangat bermanfaat bagi tubuh. Salah satu manfaat dari peuyeum adalah menghangatkan tubuh. Sepertinya itulah alasan kenapa peuyeum terkenal di bandung, karena menurut sejarah peuyeum bisa ada ...

akibat dari kebuntuan ide menulis

lagi dan lagi aku buntu menulis. ini tak bisa dibiarkan. aku tak mau seperti ini lagi. aku harus bekerja keras. minimal 9 jam fokus untuk menulis. sudah dua hari seperti ini. buntu mau menulis apa. bukan soal menulis apa saja. menulis mah gampang. maksudnya menulis yang berstruktur dengan riset dan membuat outline dulu. berproses begitu saya mengalami kebuntuan. kehilangan ide. buntu mau menulis opini tentang apa, menulis cerpen tentang apa, menulis puisi tentang apa, apa. apa. apa. aku pusing. lanjut dulu saja menulis bebas. tapi masa gini aja nulisnya, malulah. saya malu, susah bener ya ternyata harus rajin menangkap ide dan mengolah ide. aku hanya ingin menulis lebih baik. bertumbuh dari tulisan yang dulu. bukan stagnan seperti ini. ayolah bantu saya, begini terus saja. nanya tips mengolah dan menangkap ide sama siapa? kepekaan itu dilatih dengan bagaimana? waduh, saya mengeluh kayak gini seperti tak punya tuhan. tahan, saya harus mengubah diri. mungkin menjadi cahaya bukan ...

Blokir

Blokir.... Blokir... Semuanya saja diblokir. Konten internet. Telepon genggam. Aplikasi sosial media. Blokir... Blokir... Blokir saja semuanya. Mulutku. Hidupku. Nyawaku. Blokir.. Blokir.. Blokir saja tayangan televisi, foto dan rontgen. Blokir.. Blokir.. Blokir saja arus informasi. Blokir saja Transparansi. Tai kucing menyatakan pendapat. Blokir.. Blokir.. Semuanya saja blokir.. pikiranku. Pendapatku. Opiniku. Blokir.. Blokir.. Semuanya saja blokir.. aku tertawa saja karena mudah sekali kubuka dengan unblocksite.es

Pelayanan masyarakat

Pelayanan masyarakat. Seorang pelayan berparas cantik (biasanya memang untuk yang paling depan itu selalu wanita) duduk di sebuah ruang kerja terbuka berbentuk melingkar siap menerima masyarakat yang ingin di layani. Terbagi ke dalam empat loket sesuai dengan tugasnya, ada pajak hiburan, pajak restoran, ada bagian pendaftaran hingga pajak reklame. Mereka mengeluarkan senyum terbaik agar memberikan kesan ramah. Aku berada di depannya, sebuah ruang tunggu yang hanya terdiri dari deretan kursi besi yang tak empuk. Sengaja, mungkin agar ada kesan cepat. Ini adalah ruangan pelayanan pajak daerah. Atas nama transparansi segala soal pajak dipusatkan di sini. Ruang pelayanan pajak di kab. Bandung barat. Aku sedang sendiri menunggu. Sekarang jam 12.00 loket sedang tutup karena pegawai istirahat. Selagi menunggu aku mengetik naskah ini.

akibat kesombongan (adaptasi kisah legenda situ bagendit)

Ini adalah sebuah cerita rakyat dari tanah sunda yang akan diubah endingnya berdasarkan imajinasi yang saya pikirkan. Sebelumnya saya minta maaf apabila dalam penyajian cerita ini terdapat hal-hal yang tak kalian suka atau membuat kalian tersinggung. Sekarang mari kita nikmati ceritanya. Cerita Legenda Situ Bagendit Pada zaman dahulu kala, di sebelah utara kota Garut, terdapat sebuah desa yang penduduknya kebanyakan adalah petani. Karena tanah di desa itu sangat subur dan tidak pernah kekurangan air, maka sawah-sawah mereka selalu menghasilkan padi yang berlimpah ruah. Namun meski begitu, para penduduk di desa itu tetap miskin kekurangan. Hal tersebut disebabkan oleh ulah seorang tengkulak bernama Nyai Bagendit. Hari masih sedikit gelap dan embun masih bergayut di dedaunan, namun para penduduk sudah bergegas menuju sawah mereka. Hari ini adalah hari panen. Mereka akan menuai padi yang sudah menguning dan menjualnya kepada Nyai Bagendit. Nyai Bagendit adalah orang terka...

Remang-remang

Taman yang remang malam itu. Menambah pembenihan dalam kata. Segera duduk sendiri kembali.  Aku berbenah, merapihkan kenangan. Katamu, remang itu menarik. Menghadirkan kenakalan. Terang dan gelap adalah batasan. Remang adalah pertengahan. Sungguh sebuah kenakalan. Remang ini, bukan remang biasa. Remang yang menghadirkan nafsu. Remang yang biasa seharusnya menghadirkan ketakutan, ini tidak.. katamu. "Sini segera peluk aku," kamu melanjutkan. Membuat remang menjadi semakin remang. Aku kuasa diri. Menahan birahi. Aku harus peluk kamu sebelum semuanya terbuang sia-sia dalam terang. Keremangan ini menyenangkan, aku hinggap dalam angan. Aku rasa aku bisa lama. Tak usah buru-buru keluar. mari kita menikmati keremangan ini. Katamu. Aku jatuh cinta dengan dosa. Dan aku tak peduli. Aku hanya ingin berbagi dengan setan. Kata orang, setan abadi. Bagiku setan hanya ada saat remang-remang. Saat aku dan kamu dalam pagutan mesra. Setan membuat remang makin menyenangkan. Katamu. ...

Aku lapar dan tak punya uang (sebuah pemikiran orang miskin)

Aku lapar dan tak punya uang. Bagaimana aku bisa hidup? Pernah kalian bayangkan, bagaimana kondisi ini terjadi dalam hidup? Aku ini bukan pengidap depresi. Aku hanya realistis saja. Ada banyak kondisi dimana kebutuhan itu lebih banyak dari modal yang ada. Memilah dan memilih prioritas adalah seni yang mesti dikedepankan. Ini tentu tidak terjadi bagi mereka, pilihan yang lebih banyak tersedia. Tinggal tunjuk saja. Kalian pernah lihat syahrini di media? Bayangkan dia diperiksa polisi saja dandannya bisa semahal itu. Ini soal ketimpangan kesejahteraan. Ini soal menutup diri dari kenyataan bahwa ada orang kaya yang dengan bangga pamer kekayaannya. Ini tentang ikhlas menerima dengan kemiskinan yang ada. Kita harus mawas diri. Kita harus menutup diri dari televisi. Televisi ini terlalu otoriter. Penyedia pilihan yang semu. Terbatas. Orang miskin di pelosok harusnya nonton youtube, bukan nonton televisi. Seandainya negara indonesia ini tidak begitu luas seperti ini. Mungkin lebih mudah m...

Seperti gatal yang ingin digaruk

Malam itu, warna merah menyala keluar dari handphone berwarna gold. Sebuah pesan yang mengajak. Aku ambil handphone dan membukanya seperti mencari kenikmatan. Sebuah ajakan untuk berbuat kebaikan. Aku baca dengan syahdu. Bahkan dengan detik yang melambat. Proses yang harus dinikmati. Lagi, aku duduk. Mengubah posisi tubuhku. Ini bukan tentang gaya, ini tentang mengungkapkan dengan cerita. Agar lebih gaya. Yuk, menulis setiap hari. Saya sudah lama melakukannya dan menyenangkan sekali. Isi pesannya. Begini, aku mau jelaskan sedikit. Menurutku kita tak perlu kagum akan kesuksesan orang lain, kita tak perlu kagum akan hasil orang lain. Yang harus kita resapi dan maknai adalah bagaimana sebuah proses yang dia jalani hingga seperti sukses sekarang. Gali pikiran mereka ketika masih seperti kita, seperti amatir dan bagaimana mereka menemukan kemampuan terbaiknya dan bagaimana bisa konsisten. Maaf, saya keasikan. Gatal, saya kembali mematikan handphone. Entah darimana datangnya. Saya sep...

Logika definisi

Dalam buku cantik itu luka eka kurniawan terdapat kalimat perempuan buruk rupa kalau dientot sama dengan perempuan cantik. Kesan pertamaku wow keren banget. Tajam dan berani. Terus tergiang sudah semua bacaan buku aku selama ini yang ngepop. Tak sebanding, lucu sekali aku pikir. Anehnya buku eka kurniawan itu terkenal bahkan hingga diterjemahkan di luar negeri. Bandingkan dengan novel ngepop, tercetak best seller tapi jarang sekali mendapat apresiasi oleh luar negeri. Tidak pernah novel raditya dika diterjemahkan ke dalam bahasa japan, misalnya. Kenapa bisa terjadi? Apa karena apresiasi? Apa karena demografi? Indonesia ini aneh ya, kemudian saya mulai berpikir. Sekarang pertanyaannya, apa yang kita pilih? Novel ngepop atau tidak? Novel yang mendapatkan khatulistiwa literasi award atau hanya mendapatkan tulisan di cover bukunya, terjual 10 juta copy. Mana yang kita pilih? Tapi ya, kenapa sih kita tuh senang sekali kategori? Setiap ada karya selalu ingin dimasukkan ke dalam ko...

Malam ini

Mari kita buat tulisan random. Sebuah pintu terbuka. Gelap disana. Tak ada cahaya. Siluet membentuk wajah. Bingung mau menuliskan apa. Serba salah. Televisi menayangkan iklan  bersama laptop yang menyala. Aku tiduran di karpet pink bergambar frozen. Ingin membuat sebuah tulisan dengan proses itu rumit. Terkejar deadline akhirnya berakhir mengecewakan. Aku malu. Tak bisa seperti ini terus. Tulis mah tulis aja. Edit mah nanti lagi.  Ini tulisan random kedua saya minggu ini. Progress yang tak saya harapkan. Deadline yang banyak. Mengejar waktu. Kehilangan fokus adalah beberapa penyebabnya. Sedang berada dalam perjalanan menuju keabadian. Menulislah untuk menjadi abadi terlalu pongah menurutku. Menulislah untuk diri sendiri karena orang lain tak peduli. Kamu bukan pramoedya ananta toor, kamu harus membuat karya sekelas tetralogi pulau buru untuk menjadi abadi. Cukuplah abadi untuk keluarga inti. Semoga orang yang akan abadi karena tulisan segera bertobat. Karena bisa saja ...

Buku yang menarik

Mari kita bicara buku. Buku yang menarik itu seperti apa ya? Buku yang membaca. Buku yang tak teraba. Buku yang menerka. Buku yang diterima. Filsafat? Ideologi? Atau psikologi? Atau novel raditya daki? Buku puisi seharga buku ilmiah? Atau buku ilmiah yang lebih murah dari buku puisi? Buku motivasi yang tidak bikin sukses? Karena tidak ada orang sukses karena buku motivasi. Atau buku berwarna yang sangat berguna? Karena anak didikku bisa ceria. Buku yang menarik itu buku yang menemukan minat Buku yang menarik itu buku yang dibaca dan diamalkan.

Perihal berbagi ilmu

Setelah tulisan sampah kemarin. Aku merasa berdosa. Mengecewakan pembaca adalah dosa seorang penulis. Sebagai balas dendam. Ini saya akan buat tulisan yang lebih baik. Saya orang yang senang berbagi ilmu. Meskipun sedikit, saya senang membaginya. Tapi ada masalah ketika saya cenderung ingin membagikan ilmu. Kesediaan orang yang akan diberi. Berbagi ilmu ternyata cukup menganggu bagi mereka yang sebenarnya gak perduli. Mereka tidak ingin aku berbagi ilmu. Banyak alasan yang menyertainya. Seperti lagi sibuk, atau sedang memikirkan hal yang lain yang lebih penting. Akhirnya, saya yang berbagi ilmu merasa tidak dihargai. Ilmu yang saya bagikan dilupakan begitu saja. Saya sering sakit hati jika hal itu terjadi. Padahal sebaiknya berbagi ilmu itu soal kepekaan. Jika tak peka, maka susah untuk bisa membagi ilmu. Lihat kondisi teman saya. Apakah memang bersedia mendengarkan atau tidak? Juga berbagi ilmu adalah soal keikhlasan. Ilmu yang telah dibagikan takkan habis. Jadi ikhlaskanlah kar...

Mati

Celaka, aku jatuh cinta . Matahari seperti bayi tersenyum. Pagi hari yang tak berdarah karena sayatan hujan. Aku sekarang berada di lapangan upacara. Aku berdiri dengan khidmat. Persiapan melaksanakan upacara pengibaran bendara hari senin. Sebagai pegawai sekolah, barisanku berada menghadap barisan murid yang berbaris seragam. " Hidup lah indonesia raya" dirigen mulai memerintahkan semuanya bernyanyi. Seharusnya khidmat sekali hari itu, aku tak merasakan itu. Mataku teralihkan oleh senyum manis di hadapanku. Murid perempuan yang cantik. Berlesung pipi. Mata tajam dan sedikit belo. Bibir tipis. Berkerudung. Seakan kapal titanic di seluruh lautan. Aku ingin melihat terus. Celaka , aku jatuh cinta pada murid sendiri. Segera aku enyahkan perasaan itu. Aku harus tahu diri. Posisiku menghalangi itu. Selesai upacara. Kembali ke ruang kerjaku. Duduk, menekan tombol power. Komputer menyala. Sambil menunggu komputer siap, aku melihat sekeliling meja kerjaku. Berantakan sekali...

Suasana pagi di sekolah

Kamu harus mendengarkan ini agar tahu bagaimana kebahagiaan itu ada. Aku tiba di sekolah. Depan pagar yang berkarat. Pagar berwarna biru yang sudah lama tak diperbaiki. Pagar yang landasan untuk bergesernya telah kering. Banyak siswa hari itu, datang tepat waktu. Pukul 07.00 pagi ketika jalanan masih lengang. Embun masih mengudara dan ada di sela-sela daun hijau di samping pagar sekolah. Matahari masih malu untuk menunjukkan dirinya. Senyum merekah dari siswa-siswi yang hadir. Ada kesan rasa semangat pada mereka. Mungkin karena sudah lama tak sekolah. Ini adalah hari pertama sekolah setelah libur panjang. Saling sapa, saling berbagi cerita. Senang seperti mendapatkan surga. Ini adalah kesempatanku. Aku gelar spanduk secara landscape yang sudah aku persiapkan. Spanduk  persegi panjang seukuran 5 meter x 3 meter. Hadiah kampanye seorang calon legislatif. Masih ada gambar calon dalam spanduk tersebut tapi sudah mulai terkelupas. Aku sembunyikan dalam tanah gambar calon tersebut ...

Main basket

Menulis adalah terapi. Dengan menulis semoga bisa menjadi terapi bagi kesembuhan saya. Menulis apa sekarang? Menulis opini? Boleh? Tentang apa? Tentang basket? Olahraga? Basket dan masalahnya apa? Basket dan mimpi akan indonesia juara? Ketinggian ah, bahas tentang aku suka basket aja kali ya. Aku suka basket. Mulai mencintai basket semenjak tahun ini. Awalnya cintaku pada olahraga adalah sepakbola. Basket adalah selingkuhanku sekarang. Aku tak punya teman untuk berolahraga. Maka aku main basket dengan teman-teman di tempat kerjaku. Kebetulan tempat kerjaku adalah sekolah. Jadi ada eskul basket. Aku ikutan. Aku bermain basket mulai bulan kemarin. Latihan basket. Dasarnya dulu. Latihan passing, shooting, dan dribbling. Aku latihan hampir tiap hari. Tiap ada waktu, aku berlatih shooting. Kalau jadwal rutinnya hari selasa sama kamis. Aku hanya latihan rutin sendirian. Aku juga suka nonton bola basket. NBA dan IBL aku tonton. Mainnya keren. Gayanya keren. Bahkan kehidupannya juga k...

Aku sakit

Aku sakit. Hidungku mampet dan suhu tubuhku tak stabil. Padahal aku mau kerja. Aku mau bikin karya. Aku sakit. Aku tak bekerja kemarin. Aku hanya tidur di kasur tak empuk. Sepanjang hari aku hanya di kamar yang berantakan. Aku sakit. Sekarang aku memaksakan bekerja meski badan masih tak enak. Aku bekerja tak maksimal tapi tak apa. Yang penting bekerja. Aku bosan di rumah seharian seperti kemarin. Aku sakit. Karya cerpenku tertunda karena sakitku. Tak sempat aku lanjutkan. Padahal cerpenku adalah karyaku yang aku niatkan betul. Aku takut tak mencapai deadline yang sudah ditetapkan. Aku takut cerpenku tak selesai saat harus dikumpulkan. Aku sakit. Tapi sekarang gajian. Rasa sakitku sedikit mereda. uang menyembuhkan sakit tapi sementara. Aku merasakan sakit lagi setelah uangnya hilang untuk bayar hutang. Aku sakit. Kemarin hanya flu. Sekarang tambah batuk. Makin parah sakitku. Makin sulit aku mempercepat tugasku selesai. Aku sakit. Sepanjang hari aku memakai jaket. Keringat mengucu...

Bersyukur (sebuah curahan hati)

Salah satu masalah yang saya hadapi adalah depresi dan rasa iri. Saya sering sekali merasakan hal itu, terutama ketika melihat kesuksesan orang lain. Saya iri dan kemudian depresi. Biasanya setelah itu saya membenci diri sendiri dan mengutuk dunia. Memandang rendah prestasi oranglain atau mungkin membuat oranglain ragu akan kehidupannya. Saya pikir, ah benci, kenapa saya tak seperti mereka. Saya ingin seperti mereka. Kenapa tak ada yang ingin seperti saya. Saya akan bangga sekali. Jika ada yang ingin seperti saya. Kemudian saya menyadari ada hal yang bagus dilakukan dalam kondisi seperti itu. Bersyukur. Ya bersyukur terhadap kesuksesan orang lain. Bersyukur atas kegagalan diri sendiri. Bersyukur pada semuanya. Saya harusnya bersyukur, legowo, dan tak ambisius. Karena seperti kata bung iwan. Keinginan adalah sumber penderitaan. Keinginan saya membuat saya menderita. Apalagi setelah melihat orang lain telah mencapai keinginannya. Makin bertambahlah penderitaan saya. Saya harusnya n...

Menunggu

Suatu sore yang tak senja. Duduk hening menatap tumpukan racun. Tubuh ringkih, otak letih, hampa. Mahasisa tingkat akhir. Tak ada teman selain sendiri. Telah lulus mereka pergi. Kini sanubari tercekat. Jiwa terpatri pada mimpi. Dimana kini kebahagiaan dulu. Pergi tak berdosa, penuh tipu. Lulus adalah mimpi mahasisa. Cita-cita dangkal tak seperti kata bung karno.

Senjata kita saat ini

Saya memiliki sesuatu yang sangat berharga. Sesuatu yang mahal di era milineal seperti ini. Era dimana platform banyak bertebaran. Produksi-produksi menyebarkan informasi kemana-mana. Kita memiliki kekayaan. Kita memiliki konten. Kontenlah kekayaan itu. Kontenlah yang membuat kita bisa menjual dan hidup di era sekarang. Jadi apa itu konten? Konten adalah ide.  Konten adalah apa yang dihasilkan dari pemikiran kita. Konten adalah isi blog-blog kita. Maka sadarlah bahwa konten ini adalah aset. Aset yang bisa dijual dan menghasilkan uang. Berpikirlah untuk memaksimalkan konten. Segera seriusi blog kita. Perkuat konten kita agar dilirik para investor. Agar setiap investor ingin memanfaatkan konten kita untuk menarik orang membeli barangnya. Manfaatkan konten itu dengan baik. Konten yang baik itu seperti apa? Konten yang baik adalah konten yang berkualitas. Tapi kualitas saja tak cukup, bahkan yang tak berkualitaspun sekarang malah menjual. Buatlah konten yang berkualitas sekaligus ...