Kegagalan Wawan Part 3 Cerbung
Wawan segera menepis pikiran buruknya. Ia alihkan pikiran menuju cara-cara. Berbicara, berkenalan dan bertukar nomor handphone. "Bagaimana caranya, ya," wawan menerawang, mendongakkan kepalanya seakan berpikir. Wawan membayangkan salah satu cara. "Hai, boleh kenalan?" Tidak, tidak, terlalu langsung. Wawan menepis sendiri sarannya. Otak wawan seakan berdiskusi satu sama lain. "Mungkin dengan menjatuhkan sesuatu agar dipungut dia," wawan sekali lagi memberi saran. "Ah tidak, tidak. Terlalu sinetron," wawan menepisnya lagi. "Mungkin dengan menceritakan cuaca, lingkungan, atau kondisi jalanan," wawan mencoba lagi. "Nah, mungkin bisa nih," kata wawan, sedikit ragu. Wawan mulai melancarkan aksinya. Dia rapihkan kemejanya yang kancingnya dibuka. Dia rapihkan rambut dan mulai melangkah lebih dekat. Kini jarak wawan dengan perempuan itu sejengkal tangan. Wawan sedikit ragu, jantung wawan berdegup lebih kencang. Ada adrenalin entah...