Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Merasa Dicintai

Di antara sejuta hal yang dirindukan dari memiliki pasangan, selain tentu saja bercinta, itu adalah perasaan dicintai. Merasa dicintai bagi seseorang berego tinggi adalah makanan yang tak pernah bikin kenyang. Ia akan selalu makan hingga ketergantungan. Dari hal tadi, kita bisa belajar menyadari   bahwa menikmati cerita romantis itu perlu. Ia mengajarkan banyak hal seperti melembutkan hati, meneguhkan keyakinan, dan tentu saja, keinginan bercinta. Dengan pilihan hidup yang serupa mesin. Menyala ketika ditekan. Tentu kita perlu sedikit mengingat tentang menikmati hidup. Mesin yang terus menyala akan kelelahan juga. Lain kali jika kita bertanya, bagaimana bisa hidup ini dimulai dari perasaan kesepian? Tentu saja bisa, dengan membaca cerita tentang kesepian orang lain.

Jangan salahkan Ridwan Kamil membangun Pojok Dilan

Gubernur yang kita cintai, Ridwan Kamil, berencana membangun pojok yang diidam-idamkan oleh 6 juta anak muda. Bagaimana mungkin, kita, yang tua-tua memprotesnya. Biarkanlah anak muda sesekali bersukacita. Pojok yang bernama Dilan dan letaknya di Taman Saparua itu akan menambah semangat anak muda membaca karya sastra. Mereka akan berfoto dengan buku di belakang latar gambar pemeran Dilan. Mereka pun akan saling berbincang soal buku. Tidak mungkin mereka akan berfoto, saling memadu kasih. Tidak mungkin anak muda laki-laki menjadi anggota geng motor. Mencintai perempuan dari luar kota dan merayunya dengan “aku ramal, nanti siang kita ketemu di kantin.” Hei, Dilan dan Filmnya adalah film paling laris dari kota Bandung loh. Bayangkan, 6 juta penonton. Penulisnya juga salah satu ikon kota Bandung, jadi apa yang salah dari merayakan karya buatan orang Bandung yang sukses secara nasional. Apalagi ada yang bilang, Taman Saparua kan tempat olahraga, kenapa ada pojok literas...

Belajar Sejarah dari sisi berbeda

Sejarah diciptakan oleh para pemenang. Itu idiom umum dari para sejarawan. Berbicara sejarah tak lepas dari latar belakang penulisnya. Bagaimana sikap penulis terhadap penulisan sejarah tergantung gagasan yang terkandung di dalamnya. Maka, dalam beberapa buku sejarah selalu memunculkan kontroversi perihal kebenarannya. Itu tentu saja menjadi polemik, apabila bahasan sejarah berkaitan dengan politik. Bagaimana pengetahuan sejarah kita dibangun dari buku pelajaran yang dibuat Negara tentu saja berpengaruh pada sikap terhadap sejarah. Itu juga termasuk kontroversial. Seperti bagaimana kita ketahui mengenai gambar wajah Tjut Nyak Dien yang sebenarnya. Sempat menjadi polemik saat itu. Berbeda dengan hal itu, Buku Pasar Gambir, Komik Cina dan Es Shanghai cukup ringan sebagai bacaan sejarah. Buku ini bercerita dengan kultur budaya pop yang terjadi di Jakarta tahun 1970an. dan terasa asyik mengikutinya. Diambil dari berbagai esai penulisnya. Buku ini terasa lengkap secara bentuk....