Postingan

apakah masih ada optimisme dan kebanggaan dalam diri kita terhadap indonesia?

Ada pertanyaan yang mengusik hati saya akhir akhir ini, pertanyaan   apakah masih ada optimisme dan kebanggaan dalam diri kita terhadap indonesia? Menjelang pemilu legislatif dan pemilu presiden tahun 2014. Apakah anda sambut dengan optimisme atau kekhawatiran? Jujur saja, bagi saya kekhawatiran saya lebih besar dari optimisme saya, kenapa bisa terjadi? Saya akan jelaskan alasannya. Pertama,   media. Seberapa sering anda mendengar atau membaca berita baik selama pemilu ini?. Saya yakin jarang, kalau anda bandingkan antara banyaknya berita baik dan berita buruk, pasti akan lebih banyak berita buruk.   Apakah berita buruk melahirkan optimisme? Tentu tidak, berita buruk hanya akan melahirkan kekhawatiran, jadi alasan pertama kenapa kekhawatiran saya lebih besar adalah karena tidak imbangnya pemberitaan. Kedua, kondisi pemuda. Pengalaman saya, saya sangat sering bertemu dengan teman yang tidak peduli terhadap politik, bahkan saya pernah berdebat panjang u...

mahasiswa bahasa indonesia adalah duta bahasa

seperti postingan sebelumnya mengenai karya fanzine saya yang ditentang sana sini. saya mengerti dan paham sekali mengapa itu terjadi? ada hal yang baru saya tau. bahasa adalah cerminan diri kita. bahasa yang baik menandakan seseorang itu memiliki pribadi yang baik. masalahnya adalah saya sedang kuliah di pendidikan bahasa dan sastra indonesia artinya saya harus mencerminkan bahasa indonesia yang baik dan benar. sebagai mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra indonesia, ada kewajiban tak tertulis harus melestarikan bahasa indonesia yang baik dan benar. baik bahasa lisan dan apalagi bahasa tulisan. ini adalah masalah yang baru saya tau.  saya tidak sadar bahwa dengan menggunakan bahasa yang kurang baik dan salah dalam tulisan sama saja dengan merusak bahasa indonesia. kan tidak elok seorang mahasiswa bahasa, merusak bahasa. ironis sekali. justru sebagai mahasiswa bahasa, saya harus menjaga bahasa indonesia tetap lestari, tidak rusak. jangan seperti vickinisasi yang te...

awal tahun yang bahagia

Gambar
alhamdulillah, rasanya awal tahun ini adalah awal tahun yang baik buat saya. banyak anugrah yang gue dapatkan di awal tahun ini. kebahagiaan gue. akhirnya semua perjuangan gue ada hasilnya. dalam standupcomedy. mimpi gue punya komunitasnya udah makin mendekati kesuksesan. saat ini gue udah mulai bikin event rutin ama temen temen komunitas standdupcomedy. yuk gabung dengan kami menebarkan tawa dengan standupcomedy. info lebih lanjut follow @standupindo_kbb.  terus rencana gue untuk punya versi cetak dari blog ini udah terbit. meski banyak hal yang perlu diperbaiki dan larangan dari sana sini. gue tetap bahagia. gue udah bisa membuktikan omongan gue. meski, terlambat. kedua pencapaian ini buat gue bahagia. gue jadi tertantang untuk menyelesaikan pekerjaan gue yang lainnya. doain gue yak. ingin liat tampilan versi cetak blog gue. ini dia edisi perdana.   edisi perdana

tumbuh

kalau saya melihat tulisan awal gue di blog ini jadi sadar.  setiap tahun itu pemikiran gue tumbuh. waktu awal awal tulisan gue disini. isinya cuman hal hal bodoh. kesannya gue juga bodoh. memang sih aslinya juga bodoh. tapi bodoh bukan berarti gak boleh bicara politik kan? bodoh bukan berarti gak boleh nulis soal sosial psikologi kan? ya mudah mudahan ja dari kebodohan gue yang sudah tumbuh ini ada hikmah dibaliknya

menembus batas diri. jadilah the infinitive

Menembus batas diri. Jadilah the infinitive.  Pernah gak merasa diri elo kurang? Merasa bahwa elo gak bisa melakukan sesuatu? Tau gak, kenapa seorang bisa melakukan banyak hal sementara yang lain hanya melakukan satu hal? Sadari dari sekarang, bahwa kita memang punya kemampuan lebih. Kita punya kemampuan untuk melakukan segala hal. Tapi kenapa kita gagal? Kenapa kita tidak bisa melakukannya? Kuncinya adalah mindset. Pola pikir kita yang menghambatnya. Tau gak apa yang luar biasa dari anak kecil? Anak kecil atau bayi hampir tidak mengenal kata gagal dan menyerah. Mereka terus berusaha, ketika belajar berdiri, beberapa kali gagal, tetap berusaha mencoba lagi.  Konsep gagal itu ditanamkan oleh orang tua atau lingkungan kita. Setiap kita melakukan sesuatu, mereka bilang “jangan”. Ini yang menghambat kemampuan kita, padahal albert Einstein yang ketika masih kecil dianggap kurang cerdas, bisa menggunakan kecerdasannya. Dia memaksimalkan potensinya. Orang tua a...

mendobrak kenyamanan

Mendobrak kenyamanan, Sudah nyamankah duduk anda? Sudah nyamankah hidup anda? Pertanyaan ini sangat mengusik saya. Kenyamanan, sebuah hal yang dicari oleh semua orang.   Bagi setiap orang yang saat ini merasa nyaman, saya ucapkan turut berduka cita. Saya katakan, hidup didunia itu tidak mengenal kata nyaman, nyaman itu untuk mereka yang telah disurga. Nyaman di dunia tandanya adalah jiwanya telah mati. Rasa rasanya kita tidak ingin memiliki jiwa yang mati. Orang yang nyaman dengan dunianya sendiri , lingkungannya sendiri adalah seorang pecundang. Karna Itu bukan tugas manusia, tugas manusia adalah penjaga dan menjalankan kehidupan bumi ini. kita ini adalah pemimpin bumi ini. Tuhan menyuruh kita untuk menjaga bumi. Manusia harus punya mimpi, punya peran, bantu mereka yang tidak mampu, ajari mereka yang tidak dapat pendidikan.  Harus punya kemauan untuk berjuang mengubah sesuatu yang salah. Teriak dengan lantang saya ingin dobrak kenyamanan.

cinta lama bersemi kembali

Pernah suatu masa ketika di SMK gue sangat menyukai musik Hip hop, entah bagaimana? Hidup ini seperti berputar.  Dalam beberapa hari terakhir kecintaan gue terhadap musik hiphop tumbuh lagi, semua ini gara gara gue sering denger musik hiphop dari pandji pragiwaksono, soul id dan endrumarch. Mereka adalah pentolan hip hop Indonesia, mereka yang mengembalikan cinta gue terhadap hiphop. Perbedaan dari zaman smk, gue sekarang jadi pengen bikin lagu hiphop, gue belajar bikin beat, bikin lirik, gue seneng sekali melakukannya. Alasan gue suka hiphop adalah budaya untuk mengungkapkan keresahan. Hiphop adalah alat untuk mengungkapkan perasaan dan pemikiran.  Dalam sejarah hiphop , dijelaskan bahwa hiphop adalah alat kaum kulit hitam amerika untuk berekpresi.  Karna gue suka musik dan gue suka mengungkapkan perasaan dan pemikiran gue. Maka, pantaslah gue menyukai musik ini. Sekarang rasanya kecintaan gue sama hiphop seakan cinta lama bersemi kembali.