Postingan

Sebuah pernyataan

Sepertinya hari ini saya mendapat pelajaran baru. Ceritanya begini. Jadi tadi saya bertemu dalam sebuah forum.  Dalam forum tersebut banyak hal yg di bahas.. Emm tapi ada beberapa hal yang sebenarnya mau saya sampaikan si forum itu..  Tpi karna berhubung saya pulang duluan jdi gak sempat menyampaikannya.. Ya lebih baik disini aja..  Jadi gini, pertama adalah soal perubahan. Kita slalu merasa pernah ke suatu tempat trus pergi trus balik lagi..  Pasti ada hal yang berbeda dari tempat tersebut. Saya jga merasa forum tersebut seperti itu.  Rasanya tiap individu mulai tumbuh dan menjadi dirinya sndiri di forum tersebut dan Ternyata kita begitu berbeda.  Rasanya dulu forum tersebut adalah forum yg menyenangkan. Forum yang sejuk.  Tidak terlalu vokal. Mungkin satu hal yg berbeda ketika telah lama bersama adalah keberanian untuk nyinyir. Dulu mungkin tidak terbayangkan untuk komentar tentang sikap seseorang tapi ketika sudah mengenal pasti akan nyinyir krna p...

Setelah lama gak nulis

Ya selamat malam..  Setelah lama gak nulis di blog..  Akhirnya gue nulis lgi...  Banyak hal yg berubah dri hidup gue selama gak nge blog.. Kalo diceritakan disini.. Mungkin bisa jadi puluhan buku.  Gimana kalo sekarang kita lupakan masa lalu biarlah berlalu..  Mulai lagi awal yg baru..  Oh ya sekedar informasi aja..  Sekarang saya udah 21 tahun.  Bekerja jdi tata usaha smp..  Masih menjabat standupcomedy.. Masih kuliah di stkip Siliwangi..  Masih jomblo.. Masih suka mengamati politik..  Masih suka tentang psikologi..  Masih suka hukum..  Masih suka mengamati pemerintahan..  Mengenai diri gue..  Gue sedang mengalami masalah dalam kepribadian... Gue lgi bermasalah sama kedisiplinan waktu..  Gue slalu tidak tepat waktu..  Saya selalu susah tepat waktu..  Mohon doanya agar saya bisa berjuang mengatasinya..  Amin..

apakah masih ada optimisme dan kebanggaan dalam diri kita terhadap indonesia?

Ada pertanyaan yang mengusik hati saya akhir akhir ini, pertanyaan   apakah masih ada optimisme dan kebanggaan dalam diri kita terhadap indonesia? Menjelang pemilu legislatif dan pemilu presiden tahun 2014. Apakah anda sambut dengan optimisme atau kekhawatiran? Jujur saja, bagi saya kekhawatiran saya lebih besar dari optimisme saya, kenapa bisa terjadi? Saya akan jelaskan alasannya. Pertama,   media. Seberapa sering anda mendengar atau membaca berita baik selama pemilu ini?. Saya yakin jarang, kalau anda bandingkan antara banyaknya berita baik dan berita buruk, pasti akan lebih banyak berita buruk.   Apakah berita buruk melahirkan optimisme? Tentu tidak, berita buruk hanya akan melahirkan kekhawatiran, jadi alasan pertama kenapa kekhawatiran saya lebih besar adalah karena tidak imbangnya pemberitaan. Kedua, kondisi pemuda. Pengalaman saya, saya sangat sering bertemu dengan teman yang tidak peduli terhadap politik, bahkan saya pernah berdebat panjang u...

mahasiswa bahasa indonesia adalah duta bahasa

seperti postingan sebelumnya mengenai karya fanzine saya yang ditentang sana sini. saya mengerti dan paham sekali mengapa itu terjadi? ada hal yang baru saya tau. bahasa adalah cerminan diri kita. bahasa yang baik menandakan seseorang itu memiliki pribadi yang baik. masalahnya adalah saya sedang kuliah di pendidikan bahasa dan sastra indonesia artinya saya harus mencerminkan bahasa indonesia yang baik dan benar. sebagai mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra indonesia, ada kewajiban tak tertulis harus melestarikan bahasa indonesia yang baik dan benar. baik bahasa lisan dan apalagi bahasa tulisan. ini adalah masalah yang baru saya tau.  saya tidak sadar bahwa dengan menggunakan bahasa yang kurang baik dan salah dalam tulisan sama saja dengan merusak bahasa indonesia. kan tidak elok seorang mahasiswa bahasa, merusak bahasa. ironis sekali. justru sebagai mahasiswa bahasa, saya harus menjaga bahasa indonesia tetap lestari, tidak rusak. jangan seperti vickinisasi yang te...

awal tahun yang bahagia

Gambar
alhamdulillah, rasanya awal tahun ini adalah awal tahun yang baik buat saya. banyak anugrah yang gue dapatkan di awal tahun ini. kebahagiaan gue. akhirnya semua perjuangan gue ada hasilnya. dalam standupcomedy. mimpi gue punya komunitasnya udah makin mendekati kesuksesan. saat ini gue udah mulai bikin event rutin ama temen temen komunitas standdupcomedy. yuk gabung dengan kami menebarkan tawa dengan standupcomedy. info lebih lanjut follow @standupindo_kbb.  terus rencana gue untuk punya versi cetak dari blog ini udah terbit. meski banyak hal yang perlu diperbaiki dan larangan dari sana sini. gue tetap bahagia. gue udah bisa membuktikan omongan gue. meski, terlambat. kedua pencapaian ini buat gue bahagia. gue jadi tertantang untuk menyelesaikan pekerjaan gue yang lainnya. doain gue yak. ingin liat tampilan versi cetak blog gue. ini dia edisi perdana.   edisi perdana

tumbuh

kalau saya melihat tulisan awal gue di blog ini jadi sadar.  setiap tahun itu pemikiran gue tumbuh. waktu awal awal tulisan gue disini. isinya cuman hal hal bodoh. kesannya gue juga bodoh. memang sih aslinya juga bodoh. tapi bodoh bukan berarti gak boleh bicara politik kan? bodoh bukan berarti gak boleh nulis soal sosial psikologi kan? ya mudah mudahan ja dari kebodohan gue yang sudah tumbuh ini ada hikmah dibaliknya

menembus batas diri. jadilah the infinitive

Menembus batas diri. Jadilah the infinitive.  Pernah gak merasa diri elo kurang? Merasa bahwa elo gak bisa melakukan sesuatu? Tau gak, kenapa seorang bisa melakukan banyak hal sementara yang lain hanya melakukan satu hal? Sadari dari sekarang, bahwa kita memang punya kemampuan lebih. Kita punya kemampuan untuk melakukan segala hal. Tapi kenapa kita gagal? Kenapa kita tidak bisa melakukannya? Kuncinya adalah mindset. Pola pikir kita yang menghambatnya. Tau gak apa yang luar biasa dari anak kecil? Anak kecil atau bayi hampir tidak mengenal kata gagal dan menyerah. Mereka terus berusaha, ketika belajar berdiri, beberapa kali gagal, tetap berusaha mencoba lagi.  Konsep gagal itu ditanamkan oleh orang tua atau lingkungan kita. Setiap kita melakukan sesuatu, mereka bilang “jangan”. Ini yang menghambat kemampuan kita, padahal albert Einstein yang ketika masih kecil dianggap kurang cerdas, bisa menggunakan kecerdasannya. Dia memaksimalkan potensinya. Orang tua a...