Di sepetak sawah
Di sepetak sawah aku menabur harapan. Di balik ancaman kemusnahan. Aku menindih tubuh besar itu. melangkah bolak-balik jigjag seperti mesin berderu Sementara sungai berubah menjadi hijau. Aku masih kuning. Berbau, penuh tai. Setelah menindih tubuh besar itu Aku kembali pulang Kembali melawan harap Tenggelam air dalam keningku. Merasuk dalam setiap jejak-jejak bajuku. Aku telah berubah menjadi hitam. Mati oleh kuning bersuara berisik.
Komentar
Posting Komentar