Di sepetak sawah aku menabur harapan. Di balik ancaman kemusnahan. Aku menindih tubuh besar itu. melangkah bolak-balik jigjag seperti mesin berderu Sementara sungai berubah menjadi hijau. Aku masih kuning. Berbau, penuh tai. Setelah menindih tubuh besar itu Aku kembali pulang Kembali melawan harap Tenggelam air dalam keningku. Merasuk dalam setiap jejak-jejak bajuku. Aku telah berubah menjadi hitam. Mati oleh kuning bersuara berisik.
Konflik dunia nyata terasa samar dibandingkan dengan kondisi sosial media kita. Saya tidak tahu, belum pernah riset, namun berasumsi, kondisi hubungan masyarakat Indonesia sedang terganggu. Akibat apa? Saya percaya, akibat polarisasi. Kata polarisasi yang saya sukai akhir-akhir ini. Suatu hal dibedakan, yang berbeda dianggap lawan itu adalah polarisasi. Dunia sedang mengalami ini, terutama akibat perang di Timur Tengah yang membawa arus pengungsi ke Negara Eropa. Jadi, ada dua hal yang berkaitan, pertama, yang pro pengungsi, dan yang kedua menolak pengungsi. Negara maju yang menerima pengungsi mengalami resistensi akibat kondisi sosial masyarakat yang berbeda dengan para pengungsi. Ada shock culture . Yang menolak pengungsi menganggap Negara mereka tidak peduli kemanusiaan. Akibatnya terjadi perbedaan pendapat terpolarisasi. Ini juga terjadi pada Indonesia, terutama setelah kasus penistaan Agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama dan dampaknya, sebuah aksi bela Is...
Identitas Buku : Kura-Kura Berjanggut Pengarang : Azhari Aiyub Penerbit : Penerbit baNANA Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman : 960 Sinopsis Buku sesuai sampul belakang : Dua Budak perempuan Abesy turun di Bandar Lamuri pada paruh kedua abad keenam belas. bintang-bintang di langit pun mulai bergerak menandai awal mula perubahan besar di negeri-negeri Selat Melaka. Anak lelaki salah seorang budak itu kemudian tampil merebut kekuasaan melalui Pembasmian Merica. Dinasti lama tersingkir, demikian pula penguasa sesungguhnya kawasan selat: kongsi dagang Ikan Pari Hitam. Si Ujud sedang belajar di Sekolah Perkapalan dan Lautan Istamboel saat mengetahui kedua orang tuanya menjadi korban pembantaian. Demi membalaskan dendam, ia rela menempuh jalan berputar: merompak bersama Tata Sifr melawan Liga Suci, memimpin eskader Bumbu Hita...
Komentar
Posting Komentar