Kamis, 13 Agustus 2026

Na Willa

Aku tahu, bagi sebagian orang, masa kecil tidak menarik. Banyak kenangan luka yang terlahir dari sana. Mengingatnya membuat sebagian orang akan trauma. Tetapi di balik itu semua, hikmah akan diterima.

Menyaksikan film Na Willa di Netflix mengubah cara pandang tersebut. Jika ceritamu pada masa kecil sesederhana Na Willa, kamu akan mengenangnya sebagai sebuah nostalgia yang menarik. Tetapi bagi sebagian orang, mereka hanya akan mengingat bahwa masa kecilnya tidak sebahagia itu, dan ia akan tumbuh dengan perasaan lega.

Bercerita tentang anak kecil yang beranjak dari fase prasekolah menuju sekolah, Na Willa mengalami berbagai pengalaman yang mengajarkannya tentang apa itu hidup yang dia tahu: bermain layangan, menemani Mak ke pasar, dan bertemu dengan kawan-kawan seumurannya.

Pada saatnya, ia mulai kesepian kala teman-temannya sudah mulai bersekolah, sementara ia sendiri belum. Lalu, ia bermain sendiri dengan anak ayam kuning yang kecil sekali. Dan ia tetap merasa kesepian. Ia hanya ingin terus bermain bersama kawan-kawannya seperti yang kita alami dulu kala masa kanak-kanak.

Cerita film ini berlangsung singkat. Secara garis besar, ceritanya hanya tentang Na Willa, kehidupannya, serta keinginannya bersekolah. Namun, film ini menjadi berwarna karena visualnya yang penuh warna, juga ada sempilan semacam video musik. Kita bisa menikmati visualnya sebagaimana anak kecil memandang kehidupan semeriah itu.

Film ini menampilkan apa yang sebaiknya dilakukan orang tua dalam memperlakukan anaknya. Mungkin, hal itu bisa menjadi contoh bagi siapa saja yang merasa harus belajar menjadi orang tua: mereka yang memiliki anak usia balita, yang bersiap untuk memasuki jenjang TK.

Orang tua perlu menyadari bahwa keingintahuan anak adalah anugerah besar yang harus dipelihara. Keingintahuan itu harus terus-menerus ditumbuhkan, bukan dilarang dan dilabeli sebagai anak yang nakal. Ia hanya anak yang punya rasa penasaran.

Dengan penyutradaraan yang penuh kepekaan, sinematografi yang cantik, dan beberapa desain produksi yang penuh warna-warni, film ini membuat betah siapa saja yang menontonnya, termasuk aku sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar