Postingan

(hanya) bermimpi seandainya visi misi sebagai presiden

Postingan ini saya tulis ketika sedang menonton konvensi partai demokrat. Kemudian, saya berandai andai “apa visi misi anda untuk indonesia?” Inilah jawaban saya. Saya akan mengganti sistem demokrasi indonesia menjadi sistem musyawarah mufakat berbasis syariat islam. Menyatukan umat islam dalam satu organisasi besar. Dalam bidang politik saya akan menguatkan peran ulama untuk kebijakan negara.  Saya akan menjalankan jabatan politik saya dengan integritas sesuai agama islam. Menjadikan kehidupan negara diatur oleh aturan agama islam. Segala aturan bernegara dan berpemerintahan sesuai syariat islam. Mulai dari ekonomi,hukum dan sosial. Dari ekonomi saya akan menyiapkan baitul maal. Menarik pajak dan zakat sesuai syariat islam. Menjalankan hukum agama islam. Indonesia menjadi negara pelopor perjuangan agama islam. Memberantas kejahatan. Menolak apapun aturan yang bertentangan dengan agama islam. Membebaskan masyarakat memilih agaman...

pertanyaan yang terjawab

Sudah seminggu saya kuliah. minggu pertama saya berjalan seperti biasa. Minggu kedua ini kuliah saya mulai menjengkelkan. Dosen yang tidak hadir ke kelas atau saya yang telat hadir kedalam kelas. Hal yang sangat saya sesalkan. Jam kuliah berkurang,gak dapet ilmu, bayar SPP tetap. Kalo gitu terus saya mending les ja. Bayarnya per jam les. Jadi gak rugi kalo gak les. Gak les berarti gak bayar, hehe. Hari ini saya menemukan satu fakta lagi dari permasalahan peringkat sistem pendidikan indonesia. Seperti kita ketahui menurut survei dunia sistem pendidikan indonesia adalah peringkat ke 126 dunia. Sebelumnya alasan yang mengemuka dari peringkat sistem pendidikan indonesia buruk adalah karna luasnya daerah indonesia menjadikan kesenjangan pendidikan. Infrastruktur pendidikan di jawa dan disulawesi itu berbeda.  Sementara survei tersebut mencakup seluruh indonesia. Kalo kata dosen saya “jika yang dilakukan survei tersebut hanya pulau jawa. Peringkat indonesia l...

dilema mengembangkan diri

Salah satu hal yang paling dilematis dalam hidup adalah menguji kemampuan diri. Sudah menjadi fitrah kalo manusia selalu ingin tantangan baru, mencoba hal baru.  Tentu, ini adalah hal yang bagus. Beberapa buku motivasi juga mengharuskan kita untuk mencoba hal baru. Berpikir kreatif. Tetapi hal ini kadang menjadi dilematis ketika tanpa sadar apa yang telah kita lakukan adalah hanya menghancurkan diri sendiri. Bingung? Hehe. Mari saya jelaskan. Jum’at kemarin adalah hari yang paling berat bagi saya. Saya sedang mengikuti pengukuhan anggota. Kenapa saya bilang berat, karna kemarin saya diuji kekuatan mental dan ketangguhan saya. Melalui perjalanan post to post, saya lalui berbagai ujian. Kemudian ketika saya sedang berada didalam post yang paling berat yaitu kepemimpinan. Turun hujan. Ini menambah beban saya dan anggota saya (kebetulan kegiatan ini dilakukan berkelompok). Ketika sedang diguyur hujan dan kena marah. Teman saya yang satu kelompok bilang “saya re...

mengambil peluang berbuat curang

Akhir akhir ini berita tentang kecelakaan yang terjadi kepada dul anaknya ahmad dhani menjadi perhatian masyarakat. Karna seorang anak berumur 13 tahun bawa mobil ke dalam tol. Saya sendiri merasa ini adalah hal biasa. kenapa? Karna saya merasa salah satu hukum yang kurang tegak adalah ketertiban lalu lintas. Sebenarnya ini menyangkut soal kesadaran masyarakat.  Standar pengendara (motor) itu adalah memakai helm dan memakai sepatu. tetapi karna hukum tidak berjalan. Opini masyarakat berubah. Menjadikan helm sebagai syarat aman kena tilang. Kita sering mendengar percakapan “kenapa kmu gak pake helm?” tenang ja disini gak ada polisi. Ini sudah menjadi rahasia umum. Sekarang gara-gara kecelakaan yang menyangkut anaknya ahmad dhani yang berumur 13tahun. Polisi berbagai daerah mengadakan razia.  Termasuk di daerah saya.  Kemudian saya berpikir “ini kesempatan emas buat meraup uang”. Karna teman saya yang kebetulan kena tilang bercerita bahwa dia menyog...

jalan baru(kuliah)

Hari ini saya menuju jalan baru. Tahun ini saya kuliah. Hal yang saya idamkan sejak setahun lalu. Tapi kemudian saya berpikir. Kuliah di kampus indonesia itu adalah pilihan yang tolol. Kenapa? Karna sistem pendidikan di indonesia saja berada di peringkat 169 dunia. Berarti ibaratnya kita kuliah ditempat yang salah. Tapi ya sudahlah. Saya sekarang pada akhirnya tetap kuliah. saya kuliah di stkip siliwangi bandung. (silahkan kalian tertawa). Ya. Kampus saya memang bukan kampus elite. Semacam unpad atau ITB. Kampus saya hanya kampus swasta. Saya mengambil Jurusan bahasa indonesia. Kenapa saya memilih kampus tersebut? Jawaban saya adalah murah. Karna kalo saya boleh memilih tentu saya akan memilih kampus yang lebih ternama. Tapi saya sadar otak dan uang saya tidak cukup untuk masuk kampus yang lebih ternama. pada akhirnya tinggal kemampuan saya saja untuk memaksimalkan potensi diri untuk lebih melesat daripada lulusan dari kampus lain. Dari awal saya memilih jurusan...

simpulkan sendiri

Seorang idola saya pernah berkata. “cobalah pahami sesuatu dari sisi manapun, pahami dulu lalu memutuskan/kesimpulan, jangan asal telan saja ilmu yang baru didapat,pikirkan dan cari refrensi berbeda,simpulkan. pernyataan tadi saya pikir ada benarnya juga. tapi saya belum mengalaminya dalam kehidupan saya. Dan baru tadi lah saya mengalami pengalamannya. Memang tepat pernyataan diatas. Tadi sore saya kestudio radio, silaturahim niatnya. Tapi seperti biasa, saya tidak terlalu suka bercanda jika ditempat yang banyak orang.  Saya lebih memilih untuk diam kadang kadang menanyakan hal yang serius, dan ketika saya menanyakan tentang politik, mereka apatis, saya kaget.  Saya lalu menjelaskan pentingnya kesadaran politik, tapi saya lupa. Mereka juga punya opini, mereka juga punya alasan sendiri untuk apatis. Akhirnya yang terjadi adalah debat kusir, tidak ada ujungnya. Bagi saya yang paham, saya harusnya bisa menahan diri. Menahan untuk tidak membela pernyataan saya....

pesan idulfitri.

mohon maaf lahir batin. saya akbar dan sekeluarga. mengucapkan minal aidzin wal faidzin.